Setelah ‘USG gagal’ itu, saya sebenarnya masih penasaran untuk mengulanginya, di dr. Aniek, RS PKU. Dan ternyata, istri saya pun punya pikiran yang sama. Hanya saja, ia khawatir. Pertama, takut ‘dimarahi’ dr. Aniek karena seharusnya sesuai jadwal, saat HPL, kami memeriksakan kandungan ke sana. Sepekan sebelum HPL (10 September), istri saya memeriksakan kandungannya ke dr. Aniek. Waktu itu, dr. Aniek bilang bahwa insyaAllah bisa untuk persalinan normal dan ini tinggal menunggu tanda-tanda persalinan. Kembali ke sini saat tanda-tanda itu datang atau periksa kembali sepekan kemudian, pas HPL. Kekhawatiran kedua, takut kejadian Maryam terulang lagi, niatnya sekadar periksa kandungan, malah berakhir dengan operasi Caesar. 23 September. Pagi hari. Setelah kemarin mendapati tanda-tanda flek dan bercak darah, hari ini istri saya mendapati tanda-tanda cairan bening. Khawatir itu adalah air ketuban yang pecah dini, Bu Bidan Umroh di-SMS. Pasalnya, ciri-ciri air ketuban masih samar bag...
just wanna be myself: sebuah blog pencarian jati diri -halah,sok2an-