Skip to main content

guest

Mungkin karena ada rencana menerapkan e-audit, kantor ini sedikit demi sedikit mulai berbenah. Ya, e-audit, audit berbasis elektronik. Entah bagaimana detail konsepnya, yang jelas setahu saya, e-audit haruslah didukung oleh jaringan  -entah berbasis internet atau apa- yang kuat. Awalnya saya juga agak meragukannya. Koneksi internet di kantor saja lemot dan terkadang malah -sering- error, bagaimana mau menerapkan e-audit [?].

Sudah tiga hari ini, di laptop -pinjaman kantor- saya, muncul wireless network berjudul Guest -dan yang penting bisa diakses-, entah karena saya baru sadar, atau mungkin memang baru saja ada. Walhasil, saya pun jadi tak perlu beranjak dari tempat duduk menghampiri komputer kantor jadoel berdebu di sudut ruang kerja saya untuk sekadar meng-akses internet.

Modem? *Hhe.* Saya tidak punya modem. Bukannya tidak mampu beli *jiah*, bukan pula tidak mampu bayar tagihannya, tetapi karena saya tidak ingin kejadiannya seperti ini -seperti beberapa hari ini. Kerjaan saya -kalau ada- jadi terganggu gara-gara bisa akses internet dari laptop. Sedikit-sedikit buka internet, sedikit-sedikit buka internet. Saya tidak mau dan khawatir modem akan membuat saya autis, hanya berteman dekat dengan komputer jinjing, membuang-buang waktu untuk urusan yang tidak terlalu penting -agar kuota tidak terbuang sia-sia misalnya-, dan lain sebagainya.

Walaupun facebook dan twitter diblokir -dan sekarang pun saya juga tak terlalu suka buka facebook, twitter apalagi-, masih ada kompas.com untuk baca-baca atau blogger.com untuk tulis-tulis. Makanya juga saya jadi rajin menulis. Biasanya saya tulis di laptop, kemudian di waktu sela -atau setelah berebut 'komputer kantor jadoel berdebu tapi bisa akses internet' dengan teman sekantor-, saya copy paste ke blogger untuk di-posting, tapi beberapa hari ini saya langsung tulis dan posting dari blogger.com. *Hhe*

Hmm. Intinya, -sedikit banyak- "Guest" telah mengganggu pekerjaan saya beberapa hari ini, entah untuk seterusnya atau hanya sementara. Semoga saja, saya segera bisa beradaptasi -menerima kehadiran internet di laptop saya *memang kedengaran sangat ndeso*, hingga bisa bekerja seperti biasanya dan menggunakan internet -gratisan- seperlunya.


signal kuat gratisan

Comments

Popular posts from this blog

Cara Bikin Daftar Isi Otomatis di Ms Word

Capek dong, yah? Tiap kali atasan ngerevisi konsep laporan, kamu harus neliti lagi halaman demi halaman buat nyocokin nomor halaman ke daftar isi? Mending-mending kalau atasan kamu (yang ngrevisi) cuma satu, kalau ada lima belas?! Sebenernya kalau kamu pinter dikit , suruh aja junior kamu yang ngerjain bikin aja daftar isinya belakangan pas laporan udah final. Tapi karena kamu maunya pinter banyak , bikin aja daftar isi otomatis! Kayak gimana tuh, yuk kita bahas. Bagi yang belum tahu, semoga berguna. Bagi yang udah tahu, ngapain kamu masih di sini? Pergi sana! Aku tidak mau melihat mukamu lagi! Enyahlah!! #becanda, *sinetron banget ya* Sebelumnya, karena saya memakai Ms Office 2010, maka saya akan jelaskan berdasarkan versi tersebut. Apa? Kamu pakai Ms Office 2007? Ga masalah, mirip-mirip kok. Apa? Kamu masih pakai Ms Office 2003? Plis deh, itu udah sewindu lebih. Apa? Ms Office kamu bajakan? Itu urusan kamu! Apa? Ms Office kamu versi 2003 dan bajakan? Wuargh!! Apa? kamu belum...

Manajemen Laba, Baik atau Buruk ? (5)

Praktik-praktik Manajemen Laba Fenomena adanya praktik manajemen laba pernah terjadi di pasar modal Indonesia, khususnya pada emiten manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Contoh kasus terjadi pada PT Kimia Farma Tbk. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal, 2002), diperoleh bukti bahwa terdapat kesalahan penyajian dalam laporan keuangan PT Kimia Farma Tbk., berupa kesalahan dalam penilaian persediaan barang jadi dan kesalahan pencatatan penjualan, dimana dampak kesalahan tersebut mengakibatkan overstated laba pada laba bersih untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2001 sebesar Rp32,7 miliar. Kasus yang sama juga pernah terjadi pada PT Indofarma Tbk. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bapepam terhadap PT Indofarma Tbk. (Badan Pengawas Pasar Modal, 2004), ditemukan bukti bahwa nilai barang dalam proses diniliai lebih tinggi dari nilai yang seharusnya dalam penyajian nilai persediaan barang dalam proses pada tahun buku 2001 sebesar  Rp28,87 miliar. Akibatnya penyajia...

Imunisasi, Satu Lagi Siasat Keji Yahudi

imunisasi dalam timbangan Alhamdulillah , istri saya saat ini telah memasuki bulan keempat kehamilannya. Persiapan demi persiapan menjadi sepasang ayah dan ibu yang baik pun mulai kami usahakan. Masalah kesehatan menjadi prioritas utama bagi kami –tentu saja setelah masalah agama-. Salah satu yang menjadi topik pembicaraan kami dalam penantian sang buah hati adalah imunisasi atau vaksinasi. Qodarulloh , setelah mencari-cari informasi, bukan hanya ilmu tentang baik atau buruk sebenarnya vaksinasi tersebut, saya justru mendapatkan lebih, tentang indikasi kuat adanya konspirasi Yahudi –lagi-lagi Yahudi Laknatulloh - di balik program vaksinasi ini. Berikut saya ringkaskan artikel “Imunisasi, Siasat Yahudi Lumpuhkan Generasi” dalam Tabloid Bekam pada edisi yang mengangkat Imunisasi sebagai topik utamanya. Semoga bermanfaat. Apa itu Imunisasi/Vaksinasi? Bila bibit penyakit penderita TBC, Hepatitis, Meningitis, HIV, Campak, Polio atau penyakit lai...