Yahudi berilmu tanpa beramal, sedangkan Nasrani beramal tanpa berilmu. Seorang Muslim, sudah seharusnya berilmu sebelum beramal. Sudah benarkah do'a berbuka puasa yang selama ini kita amalkan? Pembahasan selengkapnya klik di sini . Berikut saya kutipkan do'a berbuka puasa yang shahih: Do’a pertama: Terdapat sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ “Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.” [Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki] (Hadits shahih , Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678) [Syarah Hisnul Muslim, bab Dua’ ‘inda Ifthari ash-Shaim, hadits no. 176] Do’a kedua: Adapun doa yang lain yang merupakan atsar dari perkataan Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash radhiyallahu...
just wanna be myself: sebuah blog pencarian jati diri -halah,sok2an-