Wednesday, April 21, 2010

engkau dipercaya, akankah engkau berkhianat?

Sungguh, sepasang bola mata yang dengannya engkau dapat melihat indahnya warna-warni dunia ini seharusnya cukup untuk membuatmu senantiasa bersyukur kepada Allah..
Betapa banyak saudara kita yang tidak dapat melihat..
Tapi apa yang kau lakukan wahai Kawan? Kau gunakan mata itu untuk melihat apa-apa yang diharamkan Allah? Bukannya bersyukur, kau justru bermaksiat dengannya? La haula wa la quwwata illa billah..

Sungguh, sepasang telinga yang dengannya engkau dapat mendengar suara dunia ini seharusnya cukup untuk membuatmu senantiasa bersyukur kepada Allah..
Betapa banyak saudara kita yang tidak dapat mendengar..
Tapi apa yang kau lakukan wahai Kawan? Kau gunakan telinga itu untuk mendengar apa-apa yang diharamkan Allah? Bukannya bersyukur, kau justru bermaksiat dengannya? La haula wa la quwwata illa billah..

Sungguh, lisan yang dengannya engkau dapat menyampaikan pesan seharusnya cukup untuk membuatmu senantiasa bersyukur kepada Allah..
Betapa banyak saudara kita yang tidak dapat berucap..
Tapi apa yang kau lakukan wahai Kawan? Kau gunakan lisan itu untuk mengucapkan kata-kata yang diharamkan Allah? Bukannya bersyukur, kau justru bermaksiat dengannya? La haula wa la quwwata illa billah..

Sungguh, sepasang kaki yang dengannya engkau dapat berjalan kesana kemari seharusnya cukup untuk membuatmu senantiasa bersyukur kepada Allah..
Betapa banyak saudara kita yang tidak dapat berjalan..
Tapi apa yang kau lakukan wahai Kawan? Kau gunakan kaki itu untuk berjlan ke tempat-tempat yang diharamkan Allah? Bukannya bersyukur, kau justru bermaksiat dengannya? La haula wa la quwwata illa billah..

Sungguh, tubuh yang sehat dan sempurna yang dengannya engkau dapat berktivitas seharusnya cukup untuk membuatmu senantiasa bersyukur kepada Allah..
Betapa banyak saudara kita yang terbaring sakit tak berdaya..
Tapi apa yang kau lakukan wahai Kawan? Kau gunakan kesehatanmu untuk hal-hal yang diharamkan Allah? Bukannya bersyukur, kau justru bermaksiat dengannya? La haula wa la quwwata illa billah..

Dan sungguh apa-apa yang ada pada dirimu seharusnya cukup bagimu untuk senantiasa mengingat Penciptanya, Pemberinya, Allah..
Ingatkah engkau kepadaNya tiap kali bermaksiat? Padahal engkau bermaksiat kepadaNya dengan apa-apa yang diberikanNya kepadamu? La haula wa la quwwata illa billah..

Tidakkah engkau mengambil pelajaran dari mereka yang tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar, tidak dapat berucap, tidak dapat berjalan, dari mereka yang terbaring sakit tak berdaya? Tidak malukah engkau kepada mereka yang mungkin lebih pandai bersyukur?
Ataukah engkau merasa akan sehat selamanya, Kawan? La haula wa la quwwata illa billah..

(teruntuk diriku sendiri, terutama, astaghfirulloh)

Wednesday, April 14, 2010

mati rasa

ada apa dengan diri ini?

inikah yang namanya pemberontakan?

ataukah pelarian?

sakit hati atau sakit jiwa?

mati rasa atau mati rasa?

gundah ini adakah obatnya?

gelisah ini adakah penawarnya?

hati ini terbolak-balik begitu cepat.

secepat daun rapuh diterpa angin kencang jatuh ke bumi.

lalu bangkit lagi dan terpuruk lagi.

bangkit lagi dan terpuruk lagi.

diinjak-injak kehinaan.

silkus tidakkah bisa diputus?

benar-benar rakyat jelata saya.

rakyat jelata yang kadang merasa laiknya dewa.

adakah obat penawarnya?

karena saya mungkin memang sedang keracunan.