Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Maryam

Rapor Maryam

Maryam telah tumbuh menjadi balita cerdas, alhamdulillah . Dalam usianya sekarang yang 19 bulan, ia telah mampu menirukan hampir semua ucapan kami (Abi dan Ummi-nya), bahasa Indonesia ataupun bahasa Jawa, lengkap dengan logatnya --walaupun tentu saja masih belum begitu jelas, cedal, dsb. Ia juga sudah mau bilang pipis, sebelum pipis, meskipun kadang terlambat. Ia juga sudah bisa mengucapkan salam -walaupun belum jelas- dan basmalah ketika mau 'nenen'. Masyaallah , daya ingat Maryam sangat bagus. Ia langsung hafal setelah diajari sekali atau dua kali nama buah-buahan, binatang, serta barang-barang di sekitarnya, baik yang nyata ataupun sekadar gambar.  Perkembangan emosinya pun cukup bagus. Senang, sedih, kesal, gemes, malu, bahkan -terlihat- sedih, semuanya nampak alami dan 'sempurna'. Bahkan ketika Ummi-nya 'marah', Maryam dapat mendeteksi 'emosi' Ummi-nya dan tahu bagaimana cara 'mengatasinya'. Biasanya Ummi-nya mendiamkannya saat itu...

senyum di balik jendela

Saya harap ini tidak terus berlanjut sampai Maryam mengerti. Bahwa tidur terlalu larut itu tidak baik. Apalagi hampir setiap malam Maryam seperti itu. Maryam hampir-hampir tidak pernah tidur malam sebelum pukul delapan. Lebih sering ia tidur lewat pukul sembilan malam. Kalaupun tidur pukul tujuh-an, biasanya satu atau dua jam setelahnya, ia akan bangun lagi ( nglilir , red). Dan biasanya setelah itu, ia akan lebih sulit tidur lagi, bisa sampai pukul sebelas. Apa yang Maryam lakukan? Bermain! Seringkali Maryam mengajak kami --yang sudah setengah tidur-- menemaninya bermain. Maryam memang sedang senang-senangnya bermain --sambil belajar *padahal Maryam nggak kenal sama Bobo* Racauannya sudah semakin beragam. 'Kosasukukata'-nya semakin bertambah banyak, meskipun sebagian besar masih tanpa arti. Seringkali ia bermain sambil teriak-teriak. Bukan apa-apa, kami hanya tidak ingin itu mengganggu waktu istirahat nenek kontrakan *saya tidak tahu istilah yang lebih tepat*, Bu Tol...

Maryamku sayang

Suka dan duka memang bagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, sebagaimana syukur dan sabar; dua sikap terbaik dalam menghadapinya. Begitu pun dalam mengasuh anak, ada suka, ada pula dukanya. Salah satu hal yang paling menyedihkan adalah ketika putri tercinta sakit. Bahkan, bisa dibilang lebih menyedihkan daripada kita sendiri yang sakit. Alhamdulillahi 'ala kuli hal , beberapa hari ini, Maryam sakit. Mulai dari pilek, demam, batuk, muntah, perut kembung, sampai --maaf-- mencret silih berganti dan bahkan beberapa sekaligus menghampiri tubuh kecilnya. Tidur malamnya pun terganggu, suhu tubuhnya sempat mencapai lebih dari 38'C, ingus tak henti-hentinya meleleh dari hidung mungilnya, batuk berdahak tak jarang membuatnya memuntahkan ASI yang baru saja ia minum, perut kembung datang dan hilang, --maaf-- eeknya encer. Memang, sakit-sakit seperti itu tak bisa lepas dari tumbuh kembang bayi. Namun, sangat wajar bila orang tua mengkhawatirkannya. Yang paling kelabakan, pa...

ada apa dengan Maryam?

Tidak ada apa-apa sih . Saya hanya ingin sedikit bercerita tentang perkembangan putri kecil tercinta; semacam progress report . Sekarang usia Maryam sudah lebih dari tujuh bulan. Ia sudah mampu duduk dengan tegak, merangkak dengan lincah, dan bahkan sudah mulai belajar merembat -orang Jawa bilang, 'rambatan'; entah apa kata yang tepat dalam bahasa Indonesia-. Umminya terkadang kewalahan, apalagi saat ditinggal sholat; karena kami hanya tinggal bertiga di rumah kontrakan, praktis pada siang hari ketika saya bekerja di kantor, istri saya seorang diri merawat dan menjaga Maryam. Malam hari, Maryam juga sering tidak segera tidur. Asyik bermain, meracau, berguling-guling, memainkan mainannya -atau benda apa saja yang menarik baginya. Kami yang sudah beraktivitas seharian capek sendiri melihatnya; tapi Maryam seperti belum mengenal kata capek. Meracau; ia sudah bisa melafalkan cukup banyak suku kata; papapapa, mamamama, mba, dsb. Maryam juga senang bermain ludah, men...

Maryam Ummu Faza (2)

Kemaksiatan demi kemaksiatan kita tak henti-hentinya naik kepada Allah; tak membuat nikmat-nikmat-Nya berhenti turun kepada kita, makhluk-makhluk tak tahu diri ini –astaghfirullah-. Allahu Akbar. Subhanallah walhamdulillah. Sekali lagi, untuk kesekian kali yang tak terhitung, nikmat itu datang kembali. Sesosok bayi mungil dengan selamat dan sehat lahir memberikan rasa gembira yang tak terkira; bagi orang kedua tuanya, sanak saudara, dan sahabat-sahabat yang mencintai kami karena Allahu Ta`ala. Ini bagai sebuah keajaiban. Oh, tidak. Ini benar-benar sebuah keajaiban –bagi orang yang mau berpikir, bahkan sedikit saja berpikir-. Laa ilaha illallah. Siapa lagi Pencipta yang mampu menjadikan makhluk di dalam makhluk? Katakan kepada saya, Siapa?! Maka, nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan.. Maka, dari arah yang mana kalian dipalingkan.. wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati-hati kami dalam agama (Islam) kami. Menanti sang buah hati; mungkin bagi sebagian orang adalah ...

Maryam Ummu Faza

Rabu, 18 Mei 2011. Awalnya, saya hanya berniat menemani istri memeriksakan kandungannya ke salah satu rumah sakit di Solo, periksa rutin. HPL -hari perkiraan lahir- nya pun masih 26 Mei. Masih seminggu lagi, lebih. Sepulang dari periksa kandungan, saya kembali ke Jakarta sore harinya, kembali bekerja –rencana. Rencana tinggal rencana. Qodarullah , saya memang telah ditakdirkan untuk menemani istri melahirkan –sesuatu yang sangat diimpikan istri saya. Sesuatu yang justru sulit direncanakan –dan belum terencanakan dengan baik waktu itu. Tentang HPL, saya juga tidak pernah tidak ragu. Seperti biasa, dokter langsung meminta istri saya berbaring kemudian mulai memeriksa bayi kami di dalam kandungan dengan alat/teknologi yang konon bernama USG (ultrasonografi). Dari situ, dapat terlihat kondisi bayi; ukuran, berat, dsb –termasuk plasenta dan cairan ketubannya. Ada pemandangan tidak biasa terlihat di monitor; seperti lubang-lubang terang. Ternyata plasenta –alias ariari, atau yang sering d...