Friday, July 27, 2012

setan dibelenggu(?)

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika bulan ramadhan tiba maka pintu rahmat (surga) dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” [Muttafaqun ‘alaih]


Mungkin muncul pertanyaan di benak kita, jika setan-setan dibelenggu,kenapa masih saja ada yang bermaksiat? Kira-kira seperti itu. Beberapa hari yang lalu, saya menyimak jawaban Ustadz Firanda atas pertanyaan ini di sebuah kajian di Radio Rodja atas pertanyaan ini. Berikut kurang lebih jawabannya:

Para ulama telah menafsirkan hadits di atas. Ada setidaknya empat tafsir/penjelasan. Pertama, bahwa setan itu terdiri dari dua golongan, yakni setan dari golongan jin dan setan dari golongan manusia -seperti yang disebutkan dalam QS. An Nass. Pada bulan Ramadhan, hanya setan dari jenis jin saja yang dibelenggu, sedangkan setan dari jenis manusia tetap dibiarkan berkeliaran sehingga tetap dapat bermaksiat. Maka, jika ingin melihat setan-setan dari jenis manusia, lihatlah manusia-manusia yang tetap saja bermaksiat pada bulan Ramadhan. Namun, ini tafsiran yang kurang tepat, kata al Ustadz.

Penjelasan kedua, bahwa definisi dibelenggu adalah kedua tangan diikat di belakang leher. Walaupun dibelenggu seperti itu, setan tetap saja masih bisa menggoda manusia pada bulan Ramadhan, walaupun tidak seleluasa pada bulan-bulan lainnya.

Penjelasan ketiga, bahwa yang dibelenggu hanyalah gembong-gembong setan, sedangkan kroco pilek (pion-pion) setan tetap dibiarkan bebas berkeliaran sehingga bisa menggoda manusia yang lemah imannya -karena hanya oleh kroco pilek saja mereka terpedaya.

Penjelasan keempat, bahwa semua setan benar-benar dibelenggu pada bulan Ramadhan, dan mereka sama sekali tidak dapat menggoda manusia. Namun, perlu diingat bahwa mereka telah menggoda manusia selama sebelas bulan sebelumnya. Selama itu, mereka telsh mengkaderisasi manusia-manusia, 'melatih', menghasut, 'menuntun', mengajari manusia berbuat segala macam bentuk maksiat. Maka, ketika setan-setan itu 'cuti' sebulan, manusia-manusia hasil 'didikan' setan itu tetap saja bermaksiat karena mereka telah terlatih selama sebelas bulan sebelumnya. Manusia-manusia yang tetap bermaksiat pada bulan Ramadhan itulah murid-murid terbaik setan.

Penjelasan terakhir ini paling mirip dengan penjelasan di situs muslim, bahwa setan bukan satu-satunya faktor terjadinya maksiat. Masih ada faktor-faktor lainnya, seperti hawa nafsu.

Allahu Ta'ala a'lam.

Thursday, July 26, 2012

segelas air dan tiga butir kurma

Alhamdulillah, kami dipertemukan lagi dengan Ramadhan, bulan penuh berkah. Ramadhan selalu menghadirkan nuansa spesial, yang patut dinantikan, dan sangat pantas. Setiap tahun, Ramadhan kami lalui dengan situasi dan kondisi yang berbeda.

Tahun ini, alhamdulillah, saya bisa ber-ramadhan dengan istri dan putri tercinta, di Jakarta. Walaupun sempat ada 'isu tak sedap' bahwa saya akan ditugaskan ke luar Jawa bulan ini. Bahkan, 'ancaman' itu sudah sempat nampak di depan mata ketika surat tugas terbit. Alhamdulillah, akhirnya dibatalkan. Tahun lalu, karena usia Maryam baru tiga bulanan, kami terpisah saat bulan ramadhan; saya di Jakarta, anak dan istri di Solo. Dua tahun sebelumnya, sama seperti tahun ini, kami ber-ramadhan bersama di Jakarta, hanya saja Maryam belum 'hadir'. Ramadhan tiga tahun yang lalu, saya belum menikah, bahkan saya belum mengenal istri saya. Baru selepas Idul Adha pada tahun yang sama, kami memulai ta'aruf. Ramadhan waktu itu terasa sangat 'menyesakkan', saya harus menjalaninya di Manokwari bersama rekan-rekan kerja saya; satu ketua tim dan empat angota tim yang lain.

Ber-ramadhan bersama istri dan anak yang masih balita bagai memiliki dua sisi mata uang. Sisi pertama, tentu kita berbahagia bisa menjalani bulan ini bersama orang-orang terkasih. Sisi yang lain, kita harus pandai-pandai membagi waktu, sebagian untuk keluarga, sebagian lagi untuk beribadah; memaksimalkan Ramadhan.

Sore itu, alhamdulillah, kami bertiga berkumpul di ruang depan rumah kontrakan kami, menanti waktu berbuka puasa. Maryam memang tak kalah antusias ketika berbuka puasa. Bahkan ketika makan sahur pun, terkadang ia bangun. Adzan berkumandang, kami menyegerakan berbuka puasa,

“Orang-orang (umat Islam) senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” [Muttafaqun ‘alaih]

dengan segelas air dan tiga butir kurma,

”Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih.” [HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud rahimahumallah]


kurma buka puasa

kemudian berdoa.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Dahulu apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berbuka puasa, beliau biasa berdoa dengan, “Dzahaba zh- zhama-u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru insyaa Allah.”

Artinya: “Telah hilang rasa haus dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan kita peroleh, insyaa Allah.” (HR. Abu Daud (II/306) [no.2357] dan yang lainnya. Lihat Shahihul Jami’ (IV/209) [no.4678])


Alhamdulillah, nikmat. Benarlah sabda Rasulullah Shalallahu 'Alayhi Wassalam,

“Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan; kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Alhamdulillah, nikmat yang pertama telah kami rasakan. Semoga nikmat kedua akan menyusul. Amiin.

Monday, July 16, 2012

jeda Rodja: Al Maut

siapa di antara kita yang tidak akan ditimpa kematian?

***

ia tidak memiliki teman,

jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu

ia tidak memiliki tempat, seluruh alam ini adalah tempatnya

kita tidak akan bisa berlari ataupun bersembunyi darinya

walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh

ia tidak memiliki waktu,

ia terus bekerja sepanjang waktu, sepanjang masa

ia tidak menunggu siapapun, akan tetapi kita semua yang menunggunya

ia adalah penghancur angan, penghancur keinginan, penghancur impian

ia adalah akhir fase pertama manusia

ia adalah kematian!

***

hiduplah sesuka hatimu

tumpahkan dan hamburkan kesenangan demi kesenangan untuk memuaskan nafsumu

katakan semaumu tentang Islam, orang-orang shalih, ketaatan, dan kebaikan

begembiralah dan tertawalah sepuas-puasmu kepada dunia

kelak pada akhirnya, engkau juga akan meregang di tengah sakaratul maut

dan entah kapan, itu pasti akan menimpamu

lalu, engkau mati____

***

saat itu, Malaikat Maut tepat berada di atas kepalamu

hatimu bergetar,

nyawamu merengang,

mulutmu terkunci,

anggota badanmu melemas,

lehermu berkeringat,

matamu terbelalak,

pintu taubat telah tertutup,

orang-orang di sekitarmu menangis,

sedangkan kamu sendiri mengerang menahan sakit,

lalu nyawamu diangkat ke langit.

***

sebelum semua itu terjadi,

sebelum terlambat,

selamatkanlah dirimu.

***

“tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati” [Q.S. Ali Imron(3): 185]



Al Maut


















sumber: radio rodja

Friday, July 13, 2012

Kumpulan Artikel Ramadhan di Muslim.Or.Id