Skip to main content

Posts

Showing posts with the label ideologi

Tentang Ucapan 'Selamat Natal'

Saudaraku, Apakah kita mengucapkan Selamat Natal sementara kita masih membaca Surat Al-Ikhlas? Ataukah kita tidak pernah mentadaburi apa yang kita baca? Apakah kita mengucapkan Selamat atas Hari Lahir Anak Tuhan, sementara Surat 'Sepertiga Qur'an' itu, kita masih hafal? Ataukah kita tidak pernah paham apa yang kita hafal? Saudaraku, Apakah nyawamu terancam jika tidak mengucapkan Selamat Natal? Apakah mereka merampas hartamu jika engkau tidak mengucapkan Selamat Natal? Ataukah engkau memang dengan sukarela, dengan senang hati mengucapkan Selamat atas Hari Lahir Anak Tuhan? --sementara Bilal tetap berucap, "Ahad, Ahad." meskipun disiksa sedemikian rupa. Saudaraku, Apakah engkau merasa tidak enak kepada manusia? Sementara engkau tidak pernah merasa tidak enak kepada Rabb-mu? Saudaraku, Apakah engkau berkilah itu sekadar ucapan, bukan keyakinan dalam hatimu? Maka aku bertanya kepadamu, apa seb...

Tawheed 1st

#tauhid #tawheed

Bukan Dunia

Kalaulah saya kaya raya, maka itu bukanlah (ukuran) kesuksesan Kalaulah saya punya kuasa, maka itu juga bukan kesuksesan Kalaulah saya tampan, istri menawan, anak-anak rupawan, itupun bukan kesuksesan Karena Sukses adalah tercapainya tujuan Karena Bukan dunia tujuan saya Bukan dunia yang saya inginkan[]

ujian kehidupan

Hidup ini seperti sekolah. Seperti sekolah, ada juga ujian dalam hidup ini. Seperti ujian, ada yang akan lulus dan ada pula yang akan gagal. Namun, tak seperti ujian sekolah yang hanya diadakan pada waktu tertentu, ujian hidup ini terus berjalan sepanjang nafas kita. Banyak orang mengira ujian hidup itu hanya berupa kekurangan; kemiskinan, ketidaksehatan (sakit), kesempitan, dsb. Padahal, kelebihan; kekayaan, kesehatan, kelapangan waktu, kekuasaan dsb pun justru ujian yang lebih banyak menipu orang; menggelincirkan, menggagalkan mereka! Karena ujian jenis ini membuat mereka kehilangan kesadaran (tidak sadar) bahwa mereka sedang diuji, bahwa ujian hidup ini berjalan sepanjang waktu. Iya. Jika jawaban untuk 'soal' kekurangan adalah sabar, jawaban untuk 'soal' kelebihan adalah syukur. Betapa banyak orang yang mampu bersabar ketika diuji dengan kekurangan. Namun, betapa banyak pula orang yang tidak bersyukur ketika diuji dengan kelebihan; dengan tidak menggunakann...

strategi setan

Pertama, setan akan mencoba mengajak manusia berbuat syirik (menyekutukan Allah); Jika belum bisa, dia akan mengajak manusia berbuat bid'ah (menyelisihi sunnah* Rasulullah) terlebih dulu ; Jika belum bisa, dia akan mengajak manusia melakukan dosa besar terlebih dulu ; Jika belum bisa, dia akan mengajak manusia melakukan dosa kecil terlebih dulu ; Jika belum bisa, dia akan mengajak manusia mendahulukan yang makruh (tidak disukai Allah) dari yang mubah (boleh) terlebih dulu ; Jika belum bisa, dia akan mengajak manusia mendahulukan yang mubah dari yang sunnah* * (disukai Allah) terlebih dulu ; Jika belum bisa, dia akan mengajak manusia mendahulukan yang sunnah** dari yang wajib terlebih dulu ; Jika berhasil mengajak manusia melakukan salah satu darinya, setan akan kembali meningkatkan ajakannya ke 'level' yang lebih tinggi sampai kepada yang tertinggi; syirik. [Ibnul Qayyim al Jauziyah] *) sunnah menurut 'ulama ahli hadits; segala perkataan, perb...

kebenaran tak berbilang

bagi kami, kebenaran tak berbilang kebenaran hanya satu; yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya dan kami senantiasa mencoba menapaki jalan kebenaran itu jalan yang telah ditempuh oleh manusia terbaik dan generasi terbaik; Rasulullah dan para sahabatnya sebagian orang mengatakan, "jangan merasa paling benar" maka, kami katakan, "justru harus" jika Anda belum merasa benar, maka carilah kebenaran itu sampai Anda yakin Anda di atas kebenaran atau Allah mematikan Anda di tengah jalan mencari kebenaran jika Anda tidak yakin Anda di atas kebenaran dan Anda nyaman dengan keraguan itu, sungguh aneh, bukan? mirip dengan sebelumnya, sebagian orang yang lain --yang katanya cerdas, cendekia-- berkata, "tidak ada kebenaran mutlak, tidak ada kebenaran absolut, kebenaran itu relatif" --> maka, jangan merasa paling benar maka, kami katakan, tujukan kata-kata kalian itu kepada kalian sendiri, wahai --yang katanya-- orang-orang cerda...

menjadi orang asing..

ketika mata-mata itu masih lelap, ketika kebanyakan lambung masih lekat dengan tempat tidur, ketika ruh-ruh masih melayang di alam mimpi; dia telah bangun untuk menunaikan shalat fajar -berjama’ah di masjid, kemudian berdzikir pagi.. ketika orang-orang sibuk dengan dunia; dia selalu meluangkan waktu untuk shalat dhuha.. ketika kebanyakan manusia sedang tunggang langgang mencari makan siang; dia dzuhur -berjama’ah di masjid.. ketika orang-orang berkemas-kemas pulang; dia ashar -berjama’ah di masjid, kemudian berdzikir petang.. ketika kebanyakan orang beristirahat setelah lelah seharian mencari uang; dia shalat maghrib -berjama’ah di masjid.. ketika orang-orang menyantap makan malam; dia shalat isya’ -berjama’ah di masjid.. ketika mata-mata itu telah kembali terlelap, ketika kebanyakan lambung kembali lekat dengan tempat tidur,  ketika ruh-ruh kembali melayang di alam mimpi; dia kembali terjaga untuk shalat malam.. ketika kebanyakan orang menganggap biasa meninggalkan shalat; ...

askes dalam timbangan

asuransi? Semoga Allah melapangkan hati kita untuk menerima kebenaran dan memudahkan kita untuk mengamalkannya. Saya tidak ingin berdebat tentang hukum asuransi. Barangsiapa bersungguh-sungguh mencari kebenaran, dengan mendahulukan dalil daripada akal dan hawa nafsunya akan mengetahui keburukan dan haramnya kebanyakan praktik asuransi, terutama di negeri ini, setidaknya dalam beberapa hal berikut: Perjanjian asuransi merupakan perjanjian penggantian harta yang mengandung ketidakpastian dan memuat bahaya yang sangat banyak; Asuransi termasuk jenis perjudian; Perjanjian asuransi mengandung riba; Perjanjian asuransi, di dalamnya mengandung pengambilan harta orang lain dengan tanpa imbalan. Selengkapnya, baca di sini dan di sini. Kemudian, sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), muncul pertanyaan, bagaimana dengan hukum ASKES? Asuransi Kesehatan yang diwajibkan kepada setiap PNS seperti saya, dimana setiap PNS akan otomatis terdaftar sebagai anggota ASKES yan...

pajak

Hari ini, ada sosialisasi pengisian SPT Tahun 2010 di kantor saya. Saya tidak ikut, nitip aja . Masa bodoh salah atau bener ngisinya. *Hhe. Salah satu yang bikin malas hidup di negeri ini adalah pajak. Hampir-hampir tidak ada yang luput dari pajak, PPN [?] Negeri ini kaya! Seandainya sedikit pintar saja mengelolanya, tak perlu ada pajak segala. Menyusahkan rakyat jelata. Sudah begitu, sepertinya pajak juga kurang -atau bahkan tidak sama sekali- berhasil menyelesaikan masalah negeri ini, memeratakan pendapatan, menyejahterakan yang belum sejahtera. Mana [?] Lihatlah Arab Saudi, tidak ada pajak  di sana, tetapi sekolah gratis bahkan beasiswa diberikan kepada warga negara asing untuk menimba ilmu di sana secara cuma-cuma, dapat uang saku pula. Kekayaan alam Arab bisa dikatakan hanya minyak, bandingkan dengan negeri ini yang juga punya minyak, masih punya emas, batu bara, tanah subur, laut melimpah, dan beragam kekayaan alam lainnya. dan Indonesia masih butuh pajak untuk sekadar 'hi...

catatan untuk demonstran

Sedih melihat keadaan Mesir dan negara-negara Timur Tengah saat ini. Gelombang syubhat Demokrasi  tengah melanda. Demonstrasi terjadi dimana-mana. Darah tumpah ruah. Di negeri kita pun, hampir-hampir tiada hari tanpa demonstrasi. Berbagai macam alasan menjadi pembenar untuk turun ke jalan. Seandainya saja mereka bersabar dan berpikir ulang. Allahu Ta`ala berfirman: “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” [QS. Thaahaa: 43-44]. Di dalam ayat yang mulia ini terdapat pelajaran yang sangat besar dalam berda’wah/menyampaikan nasihat kepada penguasa yang zhalim. Fir’aun ketika itu adalah seorang yang sangat melampaui batas, sombong bahkan mengaku dirinya sebagai tuhan! Sedangkan Musa adalah seorang Nabi yang besar dan mulia di sisi Allah bersama saudaranya Harun. Meskipun demikian Allah tetap memerintahkan kepada Musa dan Harun untuk ber...

sebuah catatan seorang budak Allah

Ya, saya memilih menjadi budak Allah, tidak ingin menjadi budak hawa nafsu, tidak ingin pula menjadi budak akal! Sesungguhnya, setan memiliki dua jalan untuk menyesatkan manusia. Fitnah syahwat dan fitnah syubhat. Membunuh, berzina, minum khamr adalah fitnah syahwat. Syiah, Khawarij, Murjiah, Jahmiyah, Qodariyah, Jabariyah, Sufi, Tasawuf, Filsafat, Demokrasi, HAM, Emansipasi Wanita, Persamaan Gender, Kebebasan Pers, Liberalisme, Komunisme adalah fitnah syubhat. Fitnah syahwat tentang baik-buruk, fitnah syubhat tentang benar-salah. Kebanyakan penderita fitnah syahwat sadar bahwa dirinya berada dalam keburukan, kebanyakan penderita fitnah syubhat tidak sadar bahwa dirinya berada dalam kesalahan. Dan ini jauh lebih berbahaya. Fitnah syahwat menyerang hawa nafsu, fitnah syubhat menyerang akal. Fitnah syahwat melahirkan maksiat, fitnah syubhat melahirkan bid`ah (baik amal atau aqidah-keyakinan/pemahaman-). Fitnah syahwat dilawan dengan sabar, fi...

valentine-an atau maulid-an?

Sesungguhnya fitnah itu ada dua, fitnah syahwat -yang kebanyakan orang mengetahui dengan jelas keburukannya- dan fitnah syubhat -yang samar bagi sebagian orang bahwa itu adalah keburukan. Setan menyerang orang yang cenderung kepada kemaksiatan dengan fitnah syahwat, dan setan -tidak kurang akal- menyerang pula orang yang cenderung kepada ibadah -namun tidak dengan berdasarkan ilmu- dengan fitnah syubhat. Hari ini, fitnah syahwat dan fitnah syubhat telah menyebar bak jamur di musim penghujan. Hampir-hampir tidak ada yang selamat kecuali orang-orang yang dirahmati Allah -semoga kita termasuk di dalamnya. Seperti yang akan kita lihat beberapa hari ke depan, antara valentine-an dan maulid-an . Dua hal -yang menurut saya- mewakili dua fitnah tersebut. Semoga Allah menjaga kita dari dua fitnah. Amin.

bingung iedul adha ?

Sama. Saya juga agak bingung.. Ini mukadimah Ustadz Abu Qotadah dalam pembahasan ikhtilaf mengenai iedul adha tempo hari:   setiap orang beramal berdasarkan ilmu yang telah sampai kepadanya yang dia yakini. dalam hal penetapan iedul adha (termasuk di dalamnya puasa arafah) memang terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. yang harus dilakukan adalah, memilih di antara pendapat ulama tersebut, yang lebih kita yakini kebenarannya berdasarkan dalil/hujjahnya. Allahu Ta`ala A`lam. Jadi, baca2 dulu di sini , pahami, kemudian pilih yang kita yakini.. Allahu Ta`ala A`lam.

korbankorban propaganda

Sedih. Sedih, bukan karena beberapa kali ada teman -sesama muslim- yang berkata kepada saya, “kamu kayak teroris”, sedih lebih karena hal itu menandakan jauhnya umat Islam dari Islam itu sendiri, jauh dari ilmu. Terlepas dari apakah hal semacam itu adalah tuduhan, ejekan, atau sekadar gurauan. Setidaknya ada beberapa kesalahan konsep berfikir mereka. Kesalahan pertama, seperti penyaklit kebanyakan masyarakat Indonesia, PUKUL RATA . Ambil contoh sederhana, jika dikatakan, “Budi itu orangnya agak gendut, rambutnya keriting”, apakah berarti semua orang yang agak gendut dan berambut keriting bernama Budi? Jika ada yang menjawab “Ya”, sepertinya harus diikutkan test IQ dan dimintakan rekomendasi terkait hasilnya. Lalu kenapa, setiap ada orang bercelana cingkrang, berjenggot, wanita pakai cadar, atau orang bernama Abu Abdillah, mereka langsung serta merta menyebut, “teroris” hanya karena penampilan mereka serupa? Ayolah, lebih cerdas lah sedikit.