Tuesday, December 24, 2013

Tentang Ucapan 'Selamat Natal'

Saudaraku,
Apakah kita mengucapkan Selamat Natal sementara kita masih membaca Surat Al-Ikhlas?
Ataukah kita tidak pernah mentadaburi apa yang kita baca?
Apakah kita mengucapkan Selamat atas Hari Lahir Anak Tuhan, sementara Surat 'Sepertiga Qur'an' itu, kita masih hafal?
Ataukah kita tidak pernah paham apa yang kita hafal?

Saudaraku,
Apakah nyawamu terancam jika tidak mengucapkan Selamat Natal?
Apakah mereka merampas hartamu jika engkau tidak mengucapkan Selamat Natal?
Ataukah engkau memang dengan sukarela, dengan senang hati mengucapkan Selamat atas Hari Lahir Anak Tuhan? --sementara Bilal tetap berucap, "Ahad, Ahad." meskipun disiksa sedemikian rupa.

Saudaraku,
Apakah engkau merasa tidak enak kepada manusia?
Sementara engkau tidak pernah merasa tidak enak kepada Rabb-mu?

Saudaraku,
Apakah engkau berkilah itu sekadar ucapan, bukan keyakinan dalam hatimu?
Maka aku bertanya kepadamu, apa sebutan bagi orang yang hatinya berbeda dengan ucapannya?
Demi Allah, Iman adalah Keyakinan, Ucapan, dan Perbuatan.
Biasakanlah menyelaraskan ketiganya.

Saudaraku,
engkau masih berkeras meremehkan sebatas ucapan, padahal Rasulullah telah sabdakan,
“Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yg mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Saudaraku,
engkau masih merasa tidak enak rasa, sementara Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa membuat Allah murka untuk meraih keridhaan manusia, maka Allah murka kepadanya, dan menjadikan orang yg semula meridhainya menjadi murka kepadanya. Namun barangsiapa membuat Allah ridha, meskipun mengundang kemurkaan manusia, maka Allah akan meridhainya, dan membuat orang yg murka menjadi meridhainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya dan perbuatannya dalam pandangan-Nya.” (HR. Ath-Thabrani)

Dan cukuplah satu ayat sbg bantahan, "(Allah) tidak beranak dan tidak diperanakkan." (QS. Al-Ikhlas: 3)
Subhanallah. Maha Suci Allah, dari apa yang mereka tuduhkan.

Banggalah dengan Islammu, banggalah dengan Imanmu, banggalah dengan Aqidahmu.

Saksikanlah, demi Allah, sedikitpun saya tidak ragu, Ucapan Selamat Natal adalah Haram.

Semoga Allah melapangkan hati kita untuk menerima kebenaran.

Dari Saudaramu Seiman, yang tidak mengharapkan untukmu, kecuali kebaikan.

Allahua'lam.

No comments:

Post a Comment