Tuesday, August 24, 2010

Pak Tholib dan Bu Tholib

Adalah Pak Tholib dan Bu Tholib, sepasang suami istri –atau lebih tepatnya, sepasang kekek nenek- yang telah berkepala lima*. Di Jakarta, merekalah tetangga kami satusatunya –bisa dibilang begitu- sekaligus Bapak Ibu kontrakan kami. Pak Tholib adalah seorang pensiunan PNS –seperti kemungkinan besar masa depan saya, itupun andai masih hidup di usia segitu- Pemda DKI Jakarta. Bu Tholib konon kabarnya adalah ibu rumah tangga semenjak kali pertama menikah, tak pernah merasakan yang namanya menjadi wanita karir dan sebagainya. Dari sisi ini, beliau sedikit “lebih baik” dari istri saya.

Sedikit yang saya tahu dari mereka yang bisa saya ceritakan di sini, secara siang hari saya harus bekerja di kantor sedangkan malam harinya saya harus istirahat dan atau “istrirahat”. Toh Pak Tholib dan Bu Tholib juga seringnya menutup pintu rumah mereka sebelum malam. Praktis saya hanya mungkin berbincang dengan mereka di hari sabtu dan minggu, itu pun hanya waktu sisa dari yang lebih banyak saya habiskan bersama istri.

Thursday, August 5, 2010

setelah menikah

(tulisan pertama, setelah menikah)

Kami tinggal di Cipinang Baru Bunder No. 34, RT07 RW 18, Pulogadung, Jakarta Timur. Saya dan istri saya, Siti Munawaroh namanya. Sebelumnya, rumah kontrakan ini sempat saya tinggali sendiri satu bulan lamanya. Setelah kemudian saya pulang kampung untuk menjemput istri saya ke sini (baca: menikah).


Ya, kami baru saja atau belum lama menikah. 4 Juli 2010 kemarin. Pernikahan yang sangat sederhana. Ijab Qobul, ceramah, makanmakan, sudah, silakan pulang sambil memberi selamat kepada saya atau istri bagi yang wanita. Pernikahan yang lumayan berjalan lancar, selain sedikit kesalahan teknis bahwa si Penghulu lebih dulu datang sebelum saya datang, bukan karena terlalu bersemangat menikahkan saya, tetapi karena salah mendapat informasi tentang rencana waktu pelaksanaan Ijab Qobul. Ijab Qobul pun berjalan sangat lancar, selain saya hampirhampir salah mengucapkan mahar 4 gram emas menjadi 4 kilogram emas. Sekitar 14 miliar hanya untuk mahar luar biasa, bisa jadi pernikahan termahal.