Tuesday, June 15, 2010

korbankorban propaganda

Sedih. Sedih, bukan karena beberapa kali ada teman -sesama muslim- yang berkata kepada saya, “kamu kayak teroris”, sedih lebih karena hal itu menandakan jauhnya umat Islam dari Islam itu sendiri, jauh dari ilmu.

Terlepas dari apakah hal semacam itu adalah tuduhan, ejekan, atau sekadar gurauan. Setidaknya ada beberapa kesalahan konsep berfikir mereka. Kesalahan pertama, seperti penyaklit kebanyakan masyarakat Indonesia, PUKUL RATA. Ambil contoh sederhana, jika dikatakan, “Budi itu orangnya agak gendut, rambutnya keriting”, apakah berarti semua orang yang agak gendut dan berambut keriting bernama Budi? Jika ada yang menjawab “Ya”, sepertinya harus diikutkan test IQ dan dimintakan rekomendasi terkait hasilnya. Lalu kenapa, setiap ada orang bercelana cingkrang, berjenggot, wanita pakai cadar, atau orang bernama Abu Abdillah, mereka langsung serta merta menyebut, “teroris” hanya karena penampilan mereka serupa? Ayolah, lebih cerdas lah sedikit.

Wednesday, June 9, 2010

Peta Lokasi Akad Nikah Saya, insyaAllahu Ta`ala


Gedongan, RT 02 RW V Bentakan, Baki, Sukoharjo.

Tuesday, June 8, 2010

alzheimer

Senin kemarin, sore hari. Hari pertama saya berangkat ke kantor dari kontrakan baru. Sebelumnya, hal yang sama pernah terjadi saat saya masih tinggal di kos, belum lama. Keinginan sekadar merebahkan tubuh di kasur empuk setelah bekerja seharian harus tertunda beberapa jam, akibat sifat pelupa tingkat tinggi saya, kunci kontrakan tidak ada! Menangis lah.

Awalnya saya kira kunci itu terjatuh di jalan waktu saya memasukkannya ke tas sambil berjalan waktu berangkat tadi pagi. Setelah saya telusuri sepanjang jalan dari kontrakan sampai tempat menunggu bus jemputan kantor, sambil sesekali menanyai tetangga-tetangga yang belum begitu kenal -karena saya baru menginap dua malam di kontrakan- yang sedang berada di teras-teras depan rumah mereka dan hasilnya nihil, saya baru ingat bahwa saya sempat mengeluarkan rombongan kunci –tidak hanya kunci kontrakan, ada juga kunci kamar, kunci gembok pagar, dan kunci laci meja kantor- tersebut di kantor untuk membuka laci meja tempat saya menyimpan laptop pinjaman. Kunci itu masih tergantung di laci, SMS teman saya. Dan saya pun terpaksa harus merepotkan teman saya mengantarkan saya kembali ke kantor untuk mengambilnya atau saya tidur di kolong jembatan.