Tuesday, June 15, 2010

korbankorban propaganda

Sedih. Sedih, bukan karena beberapa kali ada teman -sesama muslim- yang berkata kepada saya, “kamu kayak teroris”, sedih lebih karena hal itu menandakan jauhnya umat Islam dari Islam itu sendiri, jauh dari ilmu.

Terlepas dari apakah hal semacam itu adalah tuduhan, ejekan, atau sekadar gurauan. Setidaknya ada beberapa kesalahan konsep berfikir mereka. Kesalahan pertama, seperti penyaklit kebanyakan masyarakat Indonesia, PUKUL RATA. Ambil contoh sederhana, jika dikatakan, “Budi itu orangnya agak gendut, rambutnya keriting”, apakah berarti semua orang yang agak gendut dan berambut keriting bernama Budi? Jika ada yang menjawab “Ya”, sepertinya harus diikutkan test IQ dan dimintakan rekomendasi terkait hasilnya. Lalu kenapa, setiap ada orang bercelana cingkrang, berjenggot, wanita pakai cadar, atau orang bernama Abu Abdillah, mereka langsung serta merta menyebut, “teroris” hanya karena penampilan mereka serupa? Ayolah, lebih cerdas lah sedikit.

Kesalahan kedua, penyakit kebanyakan masyarakat Indonesia juga, GENERALISASI –saya menyebutnya begitu-. Mirip PUKUL RATA. Mereka berfikir, jika seseorang itu mempunyai kesalahan, maka segala hal yang ada padanya adalah salah, 100%. Sempit sekali pikiran demikian. Tidakkah mereka lihat pada diri mereka sendiri? Apakah mereka baik 100% atau buruk 100%? Apakah mereka selalu benar atau mereka selalu salah? Bahkan iblis pun memiliki kebenaran! Iblis tahu dan mengaku bahwa Tuhannya adalah Allah. Dhi., yang mereka sebut “teroris” itu mungkin memang memiliki kesalahan, bahkan kesalahan besar. Namun, dapatkah disimpulkan semua yang ada pada diri mereka adalah salah, tidak ada kebenaran sama sekali? Sekali lagi, lebih cerdas lah sedikit.

Kesalahan ketiga, kalah dengan anak kecil yang serba ingin tahu, mereka MASA BODOH, tidak mau tahu dan tidak mencari tahu, bahkan untuk hal yang sangat penting (ilmu agama). Tidakkah mereka mencari tahu kenapa mereka berpenampilan seperti itu? Seandainya mereka mencari dan benarbenar tahu, insyaAllah mereka akan menyesal dan bertaubat dari katakata seperti itu. Terkait dengan ini juga, mereka mungkin lebih mengejar dunia yang hanya sementara, dan melalaikan akhirat yang kekal abadi. Lebih bersemangat mengais ilmu dunia, dari pada menimba ilmu agama. Lebih pilih mencari gelargelar keduniaan, dari pada gelargelar di sisi Allah. Lebih takut kemiskinan daripada takut api neraka. Laa haula wa la quwwata illa billah. Seandainya mereka mau mempelajari agama ini dengan benar, sungguh tidak akan keluar dari mulutmulut mereka, katakata macam itu. Kembali ke awal tulisan ini, bahwa umat Islam jauh dari ilmu (syar`i/agama). Tuntutlah ilmu, Saudaraku. Ilmu lah yang akan menyelamatkanmu dari neraka dan mengantarkanmu ke surga, insyaAllahu Ta`ala.

Kesalahan keempat, lagilagi ciri khas orang Indonesia, LATAH dan MUDAH TERPENGARUH. Secara tidak sadar, mereka terperangkap dan ikut menyukseskan propaganda musuhmusuh Islam. Tahukah Anda? Musuhmusuh Islam sudah mulai putus asa untuk memurtadkan Umat Islam ke agama mereka. Maka, cukup puaslah mereka berhasil menjauhkan Umat islam dari Islam itu sendiri, dari Ilmu, dari syari`at Islam. Tak apa di KTP masih berstatus muslim, asalkan tidak tahu menahu Islam yang sebenarnya sehingga umat Islam (kebanyakan) justru (secara sadar atau tidak) mendukung mereka dalam mendiskreditkan Islam itu sendiri. Hal ini didukung penuh oleh bebrerapa kesalahan konsep berfikir sebelumnya plus media masa yang dikuasai musuhmusuh Islam.

Sedikit Penjelasan:

Kenapa celana cingkrang?
Cukuplah sabda Rasullullah Shallallohu ‘alaihi wa Sallam: "Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Alloh di hari kiamat, tidak dilihat dan dibesihkan (dalam dosa) serta akan mendapatkan azab yang pedih, yaitu seseorang yang melakukan Isbal (musbil), pengungkit-ungkit pemberian, dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu." [Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud,Turmudzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah]. Tahu tidak Isbal? Isbal adalah menurunkan pakaian di bawah mata kaki. Saudaraku, betapa besarnya konsekuensi dari Isbal. Apalagi konsekuensi dari orangorang yang mengejek orang yang tidak Isbal. Laa haula wa la quwwata illa billah.

Kenapa memelihara jenggot?
Memelihara jenggot diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung. Berdasarkan kaidah yang sudah dikenal oleh para ulama bahwa hukum asal suatu perintah adalah wajib. Jadi, jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Biarkanlah jenggot”, karena itu adalah kalimat perintah, maka hukumnya adalah wajib. Perintah ini bisa beralih menjadi sunnah (dianjurkan) jika memang ada dalil yang memalingkannya. Namun, dalam masalah membiarkan (memelihara) jenggot tidak ada satu dalil pun yang bisa memalingkan dari hukum wajib. Sehingga memelihara jenggot dan tidak memangkasnya adalah suatu kewajiban.
Nabi bersabda, “Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim No. 625).
Dengan memangkas jenggot saja, mereka sudah berdosa. Apalagi ditambah dengan mengejek orang yang menjalankan perintah Nabi tsb seperti menyebutnya “kambing”, dsb tentu lebih besar lagi dosanya. Wa iyyadzubillah. Sekali lagi hal ini disebabkan jauhnya mereka dari ilmu. Maka, mari belajar.

Kenapa pakai nama “Abu/Ummu …”?
Adapun, nama seperti Abu Abdillah, Ummu Abdillah, itu adalah nama kunyah yang juga merupakan sunnah Nabi yang sekarang ini banyak ditinggalkan. Dan pahala besar bagi yang menghidupkan sunnah yang sudah mulai ditinggalkan. Nabi bersabda: “Berkunyahlah kamu dengan anakmu `Abdullah, maksudnya Ibnuz Zubeiir, kamu adalah Ummu `Abdillah.” [ Lihat : “Silsilatul Ahaadist As Shohiihah” (205-207, no. 132) ]. Penjelasan mengenai bolehnya memakai nama kunyah bagi yang belum memiliki anak bahkan bagi anak kecil silakan caricari dan bacabaca di mesin pencari sunnah.

Oleh karena itu, berhatihatilah kita dengan katakata jangan sampai kita tergolong ke dalam orang yang mengolokolok sunnah Nabi. Naudzubillah. Baca juga dosa mengolokolok ajaran Nabi.

Dan jika Anda termasuk yang memiliki satu atau bahkan keempatempat kesalahan di atas, segeralah perbaiki dan jangan sampai malah terkena Kesalahan Kelima, MENOLAK KEBENARAN karena mengedepankan gengsi, emosi dan hawa nafsu lainnya.

Semoga bermanfaat. BarokAllohufiikum. Dan mari belajar ilmu agama.

4 comments:

  1. apiiiiiikkkk.... T_T
    izin copast yak?

    [wongtubanmbolangningjambi]

    ReplyDelete
  2. sok atuh akang mah.. btw, tp saya prefer, di-link kan ke sini saja. hhe..

    ReplyDelete
  3. @fariz: la adri. saya belum tahu hukumnya kalo yg itu. yang jelas tidak haram (coz salah satu sahabat yang paling `alim bernama/dipanggil Ibnu Mas`ud). Allohu Ta`ala A`lam.

    ReplyDelete