Thursday, January 21, 2016

Dua Milyar Seribu Rupiah

Alkisah, ada seorang kaya memiliki dua orang pekerja, sebut saja si Amir dan si Budi. Suatu hari, orang kaya tersebut memberi uang senilai dua milyar rupiah (Rp2.000.000.000,-) kepada di Amir dan memberi uang pula kepada si Budi sebesar dua milyar seribu rupiah (Rp2.000.001.000,-). Si Amir merasa iri terhadap si Budi dan tidak terima atas pemberian tersebut. Bagaimana pendapat Anda tentang sikap Amir tersebut? Pantaskah ia berlaku demikian, iri atas selisih seribu rupiah, yang bahkan untuk membayar parkir motor saja sekarang tidak cukup? Padahal ia pun telah diberi dua milyar rupiah!

Cerita tersebut hanyalah pengibaratan. Alhamdulillah, kita telah diberi nikmat yang sangat besar oleh Allah, bahkan nikmat yang paling besar, tidak ada lagi nikmat yang melebihinya, karena hanya dengannya, seseorang dapat masuk surga, yakni nikmat Iman/Islam. Ibaratkan nikmat Iman/Islam ini adalah satu milyar rupiah (meskipun tidak sebanding, hanya sebuah pengiibaratan). Kita pun telah diberi nikmat Sunnah (insyaAllah kita adalah AhlusSunnah, bukan anggota sekte/aliran sesat, apalagi yang telah keluar dari Islam), nikmat terbesar kedua, yang dengannya seseorang berkesempatan masuk surga langsung tanpa harus 'mampir' terlebih dulu ke neraka. Ibaratkan nikmat Sunnah ini adalah satu milyar rupiah berikutnya. Maka, kita telah mengantongi dua milyar; dua nikmat terbesar.

Lantas, di sana ada saudara kita yang sama-sama mendapat nikmat Iman/Islam, dan juga nikmat Sunnah. Allah lalu melebihkan ia dari kita dengan 'sedikit' nikmat tambahan. Ia lebih kaya dari kita, memiliki mobil (lebih) mewah atau rumah (lebih) megah, atau ia lebih tampan dari kita, atau lebih cantik dari kita, atau memiliki suami yang lebih tampan atau istri yang lebih cantik, atau memiliki kedudukan, gelar, jabatan, pangkat, pekerjaan, status sosial yang lebih tinggi dari kita. Ibaratkan nikmat-nikmat dunia tersebut (harta, wanita, tahta, dsb) hanyalah seribu rupiah, karena ia bukanlah penyebab masuknya kita ke surga, bahkan sangat berpotensi menjerumuskan kita ke neraka (naudzubillah). Pertanyaan yang sama, pantaskah kita iri atas selisih 'seribu' rupiah' tersebut? Padahal kita pun telah diberi dua milyar rupiah!

Jika itu saja tidak pantas, apatah lagi, seseorang yang telah diberi dua milyar rupiah, iri terhadap orang yang diberi (hanya) seribu rupiah..

No comments:

Post a Comment