Skip to main content

Dua Milyar Seribu Rupiah

Alkisah, ada seorang kaya memiliki dua orang pekerja, sebut saja si Amir dan si Budi. Suatu hari, orang kaya tersebut memberi uang senilai dua milyar rupiah (Rp2.000.000.000,-) kepada di Amir dan memberi uang pula kepada si Budi sebesar dua milyar seribu rupiah (Rp2.000.001.000,-). Si Amir merasa iri terhadap si Budi dan tidak terima atas pemberian tersebut. Bagaimana pendapat Anda tentang sikap Amir tersebut? Pantaskah ia berlaku demikian, iri atas selisih seribu rupiah, yang bahkan untuk membayar parkir motor saja sekarang tidak cukup? Padahal ia pun telah diberi dua milyar rupiah!

Cerita tersebut hanyalah pengibaratan. Alhamdulillah, kita telah diberi nikmat yang sangat besar oleh Allah, bahkan nikmat yang paling besar, tidak ada lagi nikmat yang melebihinya, karena hanya dengannya, seseorang dapat masuk surga, yakni nikmat Iman/Islam. Ibaratkan nikmat Iman/Islam ini adalah satu milyar rupiah (meskipun tidak sebanding, hanya sebuah pengiibaratan). Kita pun telah diberi nikmat Sunnah (insyaAllah kita adalah AhlusSunnah, bukan anggota sekte/aliran sesat, apalagi yang telah keluar dari Islam), nikmat terbesar kedua, yang dengannya seseorang berkesempatan masuk surga langsung tanpa harus 'mampir' terlebih dulu ke neraka. Ibaratkan nikmat Sunnah ini adalah satu milyar rupiah berikutnya. Maka, kita telah mengantongi dua milyar; dua nikmat terbesar.

Lantas, di sana ada saudara kita yang sama-sama mendapat nikmat Iman/Islam, dan juga nikmat Sunnah. Allah lalu melebihkan ia dari kita dengan 'sedikit' nikmat tambahan. Ia lebih kaya dari kita, memiliki mobil (lebih) mewah atau rumah (lebih) megah, atau ia lebih tampan dari kita, atau lebih cantik dari kita, atau memiliki suami yang lebih tampan atau istri yang lebih cantik, atau memiliki kedudukan, gelar, jabatan, pangkat, pekerjaan, status sosial yang lebih tinggi dari kita. Ibaratkan nikmat-nikmat dunia tersebut (harta, wanita, tahta, dsb) hanyalah seribu rupiah, karena ia bukanlah penyebab masuknya kita ke surga, bahkan sangat berpotensi menjerumuskan kita ke neraka (naudzubillah). Pertanyaan yang sama, pantaskah kita iri atas selisih 'seribu' rupiah' tersebut? Padahal kita pun telah diberi dua milyar rupiah!

Jika itu saja tidak pantas, apatah lagi, seseorang yang telah diberi dua milyar rupiah, iri terhadap orang yang diberi (hanya) seribu rupiah..

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Manajemen Laba, Baik atau Buruk ? (5)

Praktik-praktik Manajemen Laba Fenomena adanya praktik manajemen laba pernah terjadi di pasar modal Indonesia, khususnya pada emiten manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Contoh kasus terjadi pada PT Kimia Farma Tbk. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal, 2002), diperoleh bukti bahwa terdapat kesalahan penyajian dalam laporan keuangan PT Kimia Farma Tbk., berupa kesalahan dalam penilaian persediaan barang jadi dan kesalahan pencatatan penjualan, dimana dampak kesalahan tersebut mengakibatkan overstated laba pada laba bersih untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2001 sebesar Rp32,7 miliar. Kasus yang sama juga pernah terjadi pada PT Indofarma Tbk. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bapepam terhadap PT Indofarma Tbk. (Badan Pengawas Pasar Modal, 2004), ditemukan bukti bahwa nilai barang dalam proses diniliai lebih tinggi dari nilai yang seharusnya dalam penyajian nilai persediaan barang dalam proses pada tahun buku 2001 sebesar  Rp28,87 miliar. Akibatnya penyajian terla…

Cara Bikin Daftar Isi Otomatis di Ms Word

Capek dong, yah? Tiap kali atasan ngerevisi konsep laporan, kamu harus neliti lagi halaman demi halaman buat nyocokin nomor halaman ke daftar isi? Mending-mending kalau atasan kamu (yang ngrevisi) cuma satu, kalau ada lima belas?! Sebenernya kalau kamu pinter dikit, suruh aja junior kamu yang ngerjain bikin aja daftar isinya belakangan pas laporan udah final. Tapi karena kamu maunya pinter banyak, bikin aja daftar isi otomatis! Kayak gimana tuh, yuk kita bahas. Bagi yang belum tahu, semoga berguna. Bagi yang udah tahu, ngapain kamu masih di sini? Pergi sana! Aku tidak mau melihat mukamu lagi! Enyahlah!! #becanda, *sinetron banget ya*
Sebelumnya, karena saya memakai Ms Office 2010, maka saya akan jelaskan berdasarkan versi tersebut. Apa? Kamu pakai Ms Office 2007? Ga masalah, mirip-mirip kok. Apa? Kamu masih pakai Ms Office 2003? Plis deh, itu udah sewindu lebih. Apa? Ms Office kamu bajakan? Itu urusan kamu! Apa? Ms Office kamu versi 2003 dan bajakan? Wuargh!! Apa? kamu belum bisa pak…