Thursday, December 27, 2012

Rapor Maryam

Maryam telah tumbuh menjadi balita cerdas, alhamdulillah. Dalam usianya sekarang yang 19 bulan, ia telah mampu menirukan hampir semua ucapan kami (Abi dan Ummi-nya), bahasa Indonesia ataupun bahasa Jawa, lengkap dengan logatnya --walaupun tentu saja masih belum begitu jelas, cedal, dsb. Ia juga sudah mau bilang pipis, sebelum pipis, meskipun kadang terlambat. Ia juga sudah bisa mengucapkan salam -walaupun belum jelas- dan basmalah ketika mau 'nenen'.

Masyaallah, daya ingat Maryam sangat bagus. Ia langsung hafal setelah diajari sekali atau dua kali nama buah-buahan, binatang, serta barang-barang di sekitarnya, baik yang nyata ataupun sekadar gambar. 

Perkembangan emosinya pun cukup bagus. Senang, sedih, kesal, gemes, malu, bahkan -terlihat- sedih, semuanya nampak alami dan 'sempurna'. Bahkan ketika Ummi-nya 'marah', Maryam dapat mendeteksi 'emosi' Ummi-nya dan tahu bagaimana cara 'mengatasinya'. Biasanya Ummi-nya mendiamkannya saat itu, lalu Maryam mengalihkan perhatian Ummi-nya dengan rajin mengajaknya bicara apa pun. Ummi-nya pun luluh melihat kepintaran sekaligus 'kelucuan' Maryam.

Level racauan Maryam pun meningkat. Bukan lagi tanpa arti, terkadang Maryam menirukan percakapan kami yang ia ingat, mengulangnya lirih ketika sendirian. Karena khawatir Maryam malu ketika 'ketahuan', Ummi-nya pura-pura tidak tahu.

Tak jarang pula Maryam mengigau, mulai dari tertawa sendiri, memanggil Abi atau Ummi-nya, sampai mengucap beberapa kalimat.

Maryam juga menjadi balita 'pengatur'. 'Menyuruh' kami bangun ketika tiduran, berdiri ketika duduk, duduk ketika berdiri, mengambilkan sendok atau mangkuk, dsb. Ia juga sudah bisa mengalirkan air minum sendiri dari dispenser.

Satu hal, kami justru harus sering-sering mendoakannya dengan 'doa perlindungan' dari 'ain karena kekaguman orang yang tanpa dibarengi dengan memuji Allah dapat berdampak buruk. Naudzubillah.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, yang telah menganugerahkan Maryam kepada kami. Semoga kami dapat menjaga amanah ini, mendidiknya dengan baik. Amin.

Friday, December 14, 2012

Cara Bikin Daftar Isi Otomatis di Ms Word

Capek dong, yah? Tiap kali atasan ngerevisi konsep laporan, kamu harus neliti lagi halaman demi halaman buat nyocokin nomor halaman ke daftar isi? Mending-mending kalau atasan kamu (yang ngrevisi) cuma satu, kalau ada lima belas?! Sebenernya kalau kamu pinter dikit, suruh aja junior kamu yang ngerjain bikin aja daftar isinya belakangan pas laporan udah final. Tapi karena kamu maunya pinter banyak, bikin aja daftar isi otomatis! Kayak gimana tuh, yuk kita bahas. Bagi yang belum tahu, semoga berguna. Bagi yang udah tahu, ngapain kamu masih di sini? Pergi sana! Aku tidak mau melihat mukamu lagi! Enyahlah!! #becanda, *sinetron banget ya*

Sebelumnya, karena saya memakai Ms Office 2010, maka saya akan jelaskan berdasarkan versi tersebut. Apa? Kamu pakai Ms Office 2007? Ga masalah, mirip-mirip kok. Apa? Kamu masih pakai Ms Office 2003? Plis deh, itu udah sewindu lebih. Apa? Ms Office kamu bajakan? Itu urusan kamu! Apa? Ms Office kamu versi 2003 dan bajakan? Wuargh!! Apa? kamu belum bisa pake Ms Word? Apa bedanya kamu dengan atasan kamu!!! *btw, kelas ini aktif sekali ya, banyak pertanyaan*

Langkah pertama, kamu selesaiin dulu aja ‘batang tubuh’ konsep laporan --proposal, atau dokumen apapun itu-- kamu, ntar kalau udah beres baru kita bicarakan masalah Daftar Isi.

Kalau udah, kedua, blok kata atau frasa judul yang akan kamu tampilkan di Daftar Isi, lalu klik pada toolbar atas ‘Heading 1’. Biar kamu nggak bingung, garuk-garuk kepala sampe ketombemu terbang kemana-mana, ni saya kasih ilustrasinya:

Membuat Daftar Isi Otomatis (Langkah 2)

Jelas, kan ya?

O ya, mungkin judul yang kamu blok letaknya bakal kegeser-geser --tapi tenang, ga sampe geser ke monitor tetangga kok; berubah ukuran, jenis, dan bahkan warna font-nya. Kamu nggak usah sedih, karena itu bisa di-edit lagi sesuka hati kamu, kok.
 
Langkah ketiga, blok kata atau frasa sub judul yang akan kamu tampilkan di Daftar Isi, lalu klik pada toolbar atas ‘Heading 2’.

Membuat Daftar Isi Otomatis (Langkah 3)

Langkah keempat, kamu lakukan hal yang sama pada judul dan sub judul, bab, sub bab, atau apa pun itu istilahnya, yang mau ditampilkan di Daftar Isi, sampai akhir dokumen kamu. O ya, kalau ada sub-sub judul, bertarti kasih ‘Heading 3’ ya. Kalau masih ada sub-sub-sub judul, kasih ‘Heading 4’, dst kalau perlu sampai ‘Heading 99’!! Etapi Ms Ofiice nggak nyediain sampe ‘Heading 99’ deh, kayaknya. *Btw, paham, kan? Kalau nggak paham, yaaa kamu harus lebih giat lagi belajarnya ya, Nak.*

Kalau udah, langkah pamungkas adalah kamu sediakan 'lahan kosong' di dokumen kamu itu, terus kamu pergi ke tab Reference di toolbar atas, klik Table of Contents,  pilih Automatic Table of Contents. Taraaa.... Wow, mejik!

Membuat Daftar Isi Otomatis (Langkah 5)
Udah, tinggal dirapiin aja, Daftar Isinya, sesuka hati kamu --atau sesuka hati atasan kamu.

Membuat Daftar Isi Otomatis (Rapikan)
O ya, sesuai tujuan semula, biar kalau 'batang tubuh'nya di-edit dan halamannya berubah-ubah, kamu ga perlu teliti ulang nomor halaman di Daftar Isi, kamu cukup klik kanan pada Daftar Isi, terus klik Update Field.

Membuat Daftar Isi Otomatis (Update Field)
Selesai. Tutorial ini gratis, tis. Tapi kalau kamu maksa-maksa pengen bayar, kasih aja seikhlasnya ke fakir miskin di sekitar kamu ya. Sampai jumpa lagi di tutorial yang lain, insyaAllah.

Tuesday, December 11, 2012

random posting: motor (2)

Motor 'Kebakaran'
Tersiksa adalah ketika jalanan sedang macet dan motor kita berada persis di belakang motor yang asepnya ga keruan; item, tebel, bau, wuargh *polusi banget lah pokoknya. Saya menyebutnya motor 'kebakaran'. Mungkin seharusnya motor kayak gini jadi salah satu objek tilang ya, karena jelas banget bakal merugikan pengendara lain -terlepas dari mungkin si empunya motor ga cukup punya uang buat benerin motornya, ataupun sebab lain. Bayangkan kalau di belakangnya ada anak kecil, kesian banget kan suruh ngisep asep kayak gitu. Yang sejenis dengan motor 'kebakaran' ini adalah mobil 'kebakaran' *eh, ada juga tauk, bukan mobil pemadam kebakaran ya..*, dan tentu saja bajaj oranye *kalau bajaj biru mah recommended*, metromini, dkk.!

'Korupsi' Lampu Hijau
Di beberapa perempatan tertentu di Jakarta -biasanya di perempatan besar, trafiic light tidak 'berfungsi'! Bukan, bukan karena ga nyala! Ironisnya, yang bikin ga berfungsi adalah Pak Polisi sendiri. Entah karena apa, si Pak Polisi kadang bikin 'bid'ah' lalu lintas, bikin aturan sendiri. Yang udah jelas lampunya ijo masih aja ditahan ga boleh jalan, yang (sebelumnya ijo) udah merah masih ada terus disuruh jalan. Mungkin tujuannya untuk mengurangi antrean di jalan yang udah merah tadi, tapi masalahnya yang udah ijo juga udah bejibun antreannya, Pak. Lagian, cara kayak gitu ga bakal menyelesaikan masalah deh, kayaknya. Bakal terus-terusan kayak gitu, dong, yang lampu ijo berikutnya nungguin yang lampu ijo sebelumnya walaupun udah merah -sebagai ganti lampu ijo yang dikorupsi tadi-, berikutnya gitu lagi, berikutnya gitu lagi, berikutnya gitu lagi, dst. Udah traffic light-nya dilelang aja.

SMS yang Lebih Penting dari Nyawa
Heran, ada saja orang yang mengendarai motor sambil SMS-an, bahkan telepon-teleponan. Pertanyaan sederhananya adalah, adakah SMS atau telepon yang lebih penting dari nyawa mereka?! Bahaya kalik, Mas, motoran sambil sambil SMS-an, apalagi telepon-teleponan gitu.


Lima Lapis
Musim hujan tiba, hampir setiap hari pulang kerja kehujanan. Suatu kali yang menarik ketika menyadari bahwa saya mengendarai motor dengan lima lapis ‘atasan’; 1) kaos dalam, 2) baju, 3) jaket, 4) rompi motor, 5) jas hujan. Wow! Pantesan agak-agak berat gitu ya. Hha.. Jangan ditanya 'bawahan' berapa lapis ya.

Stiker lucu
 
*sekali-sekali gambarnya agak nggak nyambung gapapa ya..