Sunday, May 4, 2014

Antara Al Qur'an dan Nyanyian (Musik)

Lihat diri kita.
Lebih suka mendengar nyanyian (musik) daripada Al Qur'an?
Lebih banyak hafal lagu daripada hafal Al Qur'an?
Lebih mahir bernyanyi daripada membaca Al Qur'an?

Tahukah kita hukum-hukum tajwid?
Tahukah sifat-sifat huruf?
Tahu makhraj-makhraj huruf?
Yang lebih sederhana, jangan2 kita pun tak tahu sekadar jumlah huruf hijaiyah.

Jika keadaannya seperti ini, bagaimana bacaan Al Qur'an kita?
Jika kita bacaan Al Qur'an kita tidak karuan, bagaimana kita akan suka membacanya?
Jika tidak suka membacanya, apatah lagi menghafalnya?
Apalagi mentadaburinya?
Apalagi mengamalkan apa yang Rabb kita sampaikan dalam ayat-ayat-Nya yang mulia.

Sungguh keterpurukan umat ini adalah karena jauhnya kita dari Al Qur'an.
Jauhnya kita dari Al Qur'an adalah karena dekatnya kita dengan nyanyian yang melalaikan kita darinya.

**

"Sungguh tidak akan berkumpul pada hati seseorang, (kecintaan kepada) Al Qur'an dan (kecintaan kepada) nyanyian selama-lamanya." Ibnul Qayyim al Jauziyyah.

**

Rasulullah bersabda, “Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik."
[Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq dengan lafazh jazm/ tegas.]

**

Abdullah Ibnu Mas'ud adalah salah satu Sahabat Ahli Tafsir. "Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya. tidak ada satu suratpun yang diturunkan oleh Allah yang tidak saya ketahui dimana turunnya. Tidak ada satu ayat Al-Qur'an pun yang tidak saya ketahui dalam kasus apa diturunkannya. Kalau aku tahu ada seorang yang lebih tahu dariku tentang Kitab Allah dan bisa ditempuh dengan kendaraan unta, niscaya akan kudatangi rumahnya".
[Diriwayatkan oleh para Tabi'in daripadanya.]

Allah berfirman, “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.”
[QS. Luqman: 6-7]

Abdullah Ibnu Mas'ud ditanya tentang maksud 'perkataan yang tidak berguna' dalam ayat ini, beliau sampai bersumpah 3x atas nama Allah, “Yang dimaksud adalah nyanyian, demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia .” Beliau menyebutkan makna tersebut sebanyak tiga kali.

**

How do you feel now?

Keterpurukan Umat Islam adalah karena jauhnya mereka dari Al Qur'an.
Anda mengaku Islam tetapi tak peduli keadaan Islam hari ini?
Musuh memperdaya, dan Anda sadar pun, tidak?

Mulai dari diri sendiri, mulai saat ini. Mari kembali (kepada Al Qur'an).

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/saatnya-meninggalkan-musik.html

No comments:

Post a Comment