Skip to main content

ruang tamu

assalamu`alaykum. mohon tinggalkan jejak Anda di sini. sekadar komentar, saran, kritik, cacian, makian, sampai hujatan, kirimkirim salam, kirimkirim duit atau apa saja. oke? sip!

buku tamu

Comments

  1. Permisi, Mas. Baca2..

    ReplyDelete
  2. *sedih* tidak ada yang menyempatkan diri menulis di sini..

    ReplyDelete
  3. ni punya erwin stan ya?

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum..
    Kang Izin memasang link blognya sebagai tetangga kami ya
    Sangat berterima kasih blog kami juga dipasang linknya di sini…
    hehe
    Salam,
    Keluarga Harestya

    ReplyDelete
  5. Wa'alaykumussalaam. Ya, tafadhol, Akh.

    ReplyDelete
  6. sy seneng baca kamu..baik deh..Salam dr jauh..

    ReplyDelete
  7. terima kasih, Mbak/Mas/Pak/Bu/Dik/Kisanak. *hhe..

    ReplyDelete
  8. wa'alaykumussalam warahmatullahi.
    ya, silakan masuk, anggap saja rumah sendiri. tapi, jangan pipis sembarangan ya..

    ReplyDelete
  9. assalamau'alaikum.. makasih yah gan infonya ^^

    ReplyDelete
  10. Ass wrwrb.. ijin baca2. terimakasih

    ReplyDelete
  11. terimakasih atas ilmunya,,
    sangat ngeantu banget,,
    tingkyu,tingkyu,,tingkyu,,
    dan salam kenal buat penulisnya..
    jgn bosan2 untuk berbagi ilmunya,,

    ReplyDelete
  12. Assalamu'alikum Wr. Wb.
    Ikut mampir di rumahnya & menikmati jamuan nya.
    Terimakasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaykumussalam. Silakan. Maaf, baru bales --setelah dua tahun ;D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Bikin Daftar Isi Otomatis di Ms Word

Capek dong, yah? Tiap kali atasan ngerevisi konsep laporan, kamu harus neliti lagi halaman demi halaman buat nyocokin nomor halaman ke daftar isi? Mending-mending kalau atasan kamu (yang ngrevisi) cuma satu, kalau ada lima belas?! Sebenernya kalau kamu pinter dikit , suruh aja junior kamu yang ngerjain bikin aja daftar isinya belakangan pas laporan udah final. Tapi karena kamu maunya pinter banyak , bikin aja daftar isi otomatis! Kayak gimana tuh, yuk kita bahas. Bagi yang belum tahu, semoga berguna. Bagi yang udah tahu, ngapain kamu masih di sini? Pergi sana! Aku tidak mau melihat mukamu lagi! Enyahlah!! #becanda, *sinetron banget ya* Sebelumnya, karena saya memakai Ms Office 2010, maka saya akan jelaskan berdasarkan versi tersebut. Apa? Kamu pakai Ms Office 2007? Ga masalah, mirip-mirip kok. Apa? Kamu masih pakai Ms Office 2003? Plis deh, itu udah sewindu lebih. Apa? Ms Office kamu bajakan? Itu urusan kamu! Apa? Ms Office kamu versi 2003 dan bajakan? Wuargh!! Apa? kamu belum...

Dua Milyar Seribu Rupiah

Alkisah, ada seorang kaya memiliki dua orang pekerja, sebut saja si Amir dan si Budi. Suatu hari, orang kaya tersebut memberi uang senilai dua milyar rupiah (Rp2.000.000.000,-) kepada di Amir dan memberi uang pula kepada si Budi sebesar dua milyar seribu rupiah (Rp2.000.001.000,-). Si Amir merasa iri terhadap si Budi dan tidak terima atas pemberian tersebut. Bagaimana pendapat Anda tentang sikap Amir tersebut? Pantaskah ia berlaku demikian, iri atas selisih seribu rupiah, yang bahkan untuk membayar parkir motor saja sekarang tidak cukup? Padahal ia pun telah diberi dua milyar rupiah! Cerita tersebut hanyalah pengibaratan. Alhamdulillah, kita telah diberi nikmat yang sangat besar oleh Allah, bahkan nikmat yang paling besar, tidak ada lagi nikmat yang melebihinya, karena hanya dengannya, seseorang dapat masuk surga, yakni nikmat Iman/Islam. Ibaratkan nikmat Iman/Islam ini adalah satu milyar rupiah (meskipun tidak sebanding, hanya sebuah pengiibaratan). Kita pun telah dib...

Belajar

Siapapun Anda dan apapun status serta profesi Anda, Anda tidak boleh berhenti belajar. Anda harus menjadi seorang pembelajar, untuk sukses, bahkan untuk sekadar bertahan hidup. Dan salah satu cara paling baik untuk belajar adalah dengan menulis -karena butuh membaca atau mendengar sebelumnya. Maka, saya (kembali) menulis. Belajar. Ayat pertama yang Allah turunkan kepada Nabi terakhir menyiratkan perintah belajar; iqra’ (bacalah). Belajar merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan. Sebagai orang berakal, kita sepakat bahwa suatu saat kita akan mati. Dan sebagai orang beriman, kita pun sepakat bahwa ada kehidupan yang lain setelah kematian; kehidupan yang jika kita pikir lebih lanjut lebih penting dari kehidupan kita hari ini, karena kita akan hidup abadi selamanya di sana nanti. Maka, sebagai orang berakal dan beriman, kita seharusnya sepakat bahwa belajar tentang kehidupan akhirat, yakni tentang ilmu agama, lebih penting dari belajar ilmu-ilmu duniawi. Prioritas...