Monday, March 26, 2012

8 Tips Aman dan Nyaman Naik Motor di Jakarta

Di Jakarta, orang bepergian naik motor bagaikan terjun ke medan perang. Salah strategi, bisa-bisa nyawa melayang --naudzubillah. Sebagai pemotor newbie (pemula, red), saya mungkin memang masih kalah jam terbang dengan para pemotor senior di Jakarta. Namun, sebagai seorang yang kritis *jiah*, tidak ada salahnya --dong-- saya membagi beberapa tips bermotor di Kota Jakarta yang terkenal dengan kemacetan jalan rayanya. Berikut 8 Tips Aman dan Nyaman Naik Motor di Jakarta berdasarkan 'pengalaman seujung kuku' saya:

Berdoa
Jangan lupa berdoa sebelum berangkat dan setelah sampai tujuan. Bagi yang belum hafal doanya, bisa lihat di sini.

Bawa SIM dan STNK
 
Bukan tidak mungkin suatu saat kita akan berurusan dengan Polisi Lalu Lintas --apalagi pas tanggal 20an ke atas, entah itu karena kamu kesasar di jalan satu arah, terpaksa melanggar lampu merah, belok kiri langsung di perempatan bertanda BELOK KIRI IKUTI LAMPU, belok kanan langsung walaupun di perempatan tidak ada tanda BELOK KANAN IKUTI LAMPU, atau malah karena kamu tidak sengaja menabrak Pak Polisi yang sedang mengatur jalan. Yang pertama kali ditanyakan Pak Polisi pastilah kelengkapan surat-surat kamu. Sebelum berkendara, pastikan selalu ada di dompet kamu: SIM, STNK, KTP, dan kalau perlu Surat Nikah *buat pamer aja ke Pak Polisi kalau kamu udah nikah*.

Periksa Isi Bensin
Sebelum berangkat, periksa kondisi motor kamu; layak jalan atau tidak. Pastikan spion terpasang, gas dan rem berfungsi dengan baik, semua lampu menyala dengan baik, dan bensin mencukupi. O ya, penting untuk sebisa mungkin mengisi bensin di pom bensin. Di Jakarta, harga bensin di pengecer mencapai Rp6.000 per liter, --di pom Rp4.500, sebelum BBM naik bulan depan-- sepertiga lebih mahal dari harga resmi dan itu pun belum tentu bensin murni lho; bisa jadi dicampur minyak tanah *tapi sekarang udah nggak mungkin karena harga minyak tanah lebih tinggi*, dicampur minyak nyongnyong, minyak babi, ataupun minyak-minyak yang lain.

Pakai Helm dan Masker
Jakarta merupakan salah satu kota berpolusi udara terparah di Asia. Asap hitam legam yang keluar dari mulut knalpot Metromini bisa membuat bulu kuduk merinding. Sisihkan sebagian uang jajan kamu untuk membeli masker berkualitas tinggi dan nyaman dipakai, untuk menghalau udara kotor Jakarta masuk langsung ke hidung atau mulut kamu. Helm SNI wajib hukumnya. Selain untuk melindungi kepala dari kecelakaan fatal, pastikan helm kamu mahal harganya visor (kaca helm, red) helm kamu cukup baik untuk melindungi wajah kamu dari asap Metromini. Perlengkapan lain yang juga kamu perlu peritmbangkan: jas hujan, jaket motor, kaca mata hitam, dan sepatu.

Berhenti di Lampu Merah
Tingkat ketaatan berlalu lintas di Jakarta juga tergolong sangat memprihatinkan *mengelus dada. Lampu merah tak akan berarti tanpa polisi. JANGAN IKUT ARUS!!! *maksudnya bukan berarti trus kamu naik motor ngelawan arus lalu lintas ya, itu sih ngasih rejeki Pak Polisi* Maksudnya, tetaplah taati rambu-rambu lalu lintas yang ada. Lampu merah ya berhenti, walaupun yang lain pada jalan terus, tetaplah tegar! Lampu hijau ya jalan, jangan bengong aja. Termasuk, kamu harus tetap menaati peraturan yang agak aneh seperti menyalakan lampu pada siang hari.

Jangan SMS-an
Jangan biasakan naik motor sambil SMS-an, BBM-an, update status facebook, nge-twit, ngaskus, apalagi sambil buka laptop ngerjain tugas kantor. Pokoknya jangan! Sambil ngelamun jadi orang kaya juga jangan. Fokus!

Hindari Metromini
Jangan samakan lalu lintas Jakarta dengan lalu lintas di desa tempat kamu berasal. Kalau di desa kamu, para pengguna jalan memegang prinsip Alon-alon Waton Kelakon, di Jakarta prinsip mereka Biar Lambat Asal Cepat. Mungkin maksudnya, biar pun pakai jalur lambat -- atau jalur busway, atau jalur pejalan kaki (trotoar)--, tetap saja asal dapat melaju dengan cepat. Sebagai orang yang masih ingin berumur panjang, kamu harus bisa legowo, mau mengalah. Apalagi jika berurusan dengan 'Para Penguasa Jalan Raya Ibu Kota'. Sebisa mungkin hindari kontak fisik dengan Bajaj, Mikrolet, Metromini, Kopaja, apalagi Maya Sari Bakti yang segede gambreng itu. Pokoknya ngalah aja, karena walaupun kamu pemegang sabuk hitam taekwondo, kamu nggak akan menang melawan mereka. Percaya deh.

maya sari bakti

Pasang Stiker Lucu 
Mungkin suasana jalan raya Jakarta yang sangat tidak bersahabat; macet, polusi udara parah, banjir kalau hujan, berpengaruh ke psikologi para pengguna jalan. Mereka jadi nggak sabaran dan ugal-ugalan. Sekali lagi saatnya kamu tampil beda. Kamu harus rileks, santai, dan kalau bisa mempengaruhi orang lain biar ikut santai. Caranya mudah, tempel stiker lucu di bagian belakang motor kamu seperti JANGAN DITABRAK, MOTOR PINJAMAN! Hindari stiker pamer, gertakan, dan menakut-nakuti yang basi seperti stiker PM (Polisi Militer) padahal tampang kamu kriminil ataupun stiker-stiker yang provokatif seperti SANTAI AJA, NYET! Hindari juga stiker yang terlalu lucu. Karena bukannya jadi rileks, pengendara lain yang membacanya malah bisa berlebihan ngakak (tertawa terbahak-bahak bahkan guling-guling, red) dan kehilangan kendali motornya. Bisa-bisa dia malah menuntut kamu ke pengadilan karena menabrak tiang listrik gara-gara membaca stiker lucu di motor kamu.

stiker lucu

Yah, itulah 8 tips bermotor dari saya. Semoga bermanfaat. Ada yang mau menambahkan? Silakan di-share di comment.

No comments:

Post a Comment