Sunday, March 7, 2010

Paling Enak Anak-anak

Kadang terpikir ingin kembali menjadi anak-anak. Tanpa beban. Bebas saja. Bermain, bersenang-senang setiap waktu. Mau apa-apa tinggal minta orang tua. Tidak diberi tinggal menangis. Hha, enak sekali sepertinya. Tidak seperti orang dewasa. Banyak pikiran. Banyak masalah.

Jadi ingat, masa-masa kecil yang indah. Pulang sekolah. Ganti baju, bermain bersama teman-teman. Main bola, main petak umpet, sampai main lompat tali. Menunggu Bapak Ibu pulang dari pasar membawa oleh-oleh. Atau kembali menjadi bayi sekalian. Makan, tidur, -maaf- eek, makan, tidur, -maaf lagi- eek, dst. Hhe. Sudah berlalu semua itu. Tidak bisa diulang kembali ya. Tidak ada mesin waktu. Mesin waktu hanya bualan.

Tapi sepertinya ketika anak-anak dulu, kita malah berpikir sebaliknya. Sampai-sampai ada mainan rumah-rumahan, ada yang jadi suami, ada yang jadi istri, anak, anjing penjaga rumah, dsb. Anak-anak kecil yang ingin cepat dewasa. Kerja. Dapat uang banyak. Bebas. Tidak lagi disuruh tidur siang oleh nenek (karena sekarang tidak disuruh tidur pun, justru ingin tidur selama mungkin). Menikah. Punya anak. “Balas dendam” ke anak kita. Hha.

Jadi, sebenarnya apa yang diinginkan manusia-manusia ini? Masih kecil, ingin cepat dewasa. Sudah dewasa, ingin kembali ke masa kecil.

O my God. Yaa Allah, Yaa Rabb. Ampunilah dosa-dosa kami. Ampunilah kekurangsyukuran kami terhadap setiap pemberianMu. Ampuni kami yang terlalu sering berkeluh kesah, tapi setidaknya kami berkeluh kesah kepadaMu Yaa Allah. Berikanlah solusi dari setiap masalah yang kami hadapi. Ya Rabb, pengenggam langit dan bumi, hanya kepadaMu kami berserah diri.

No comments:

Post a Comment