Friday, February 25, 2011

guest

Mungkin karena ada rencana menerapkan e-audit, kantor ini sedikit demi sedikit mulai berbenah. Ya, e-audit, audit berbasis elektronik. Entah bagaimana detail konsepnya, yang jelas setahu saya, e-audit haruslah didukung oleh jaringan  -entah berbasis internet atau apa- yang kuat. Awalnya saya juga agak meragukannya. Koneksi internet di kantor saja lemot dan terkadang malah -sering- error, bagaimana mau menerapkan e-audit [?].

Sudah tiga hari ini, di laptop -pinjaman kantor- saya, muncul wireless network berjudul Guest -dan yang penting bisa diakses-, entah karena saya baru sadar, atau mungkin memang baru saja ada. Walhasil, saya pun jadi tak perlu beranjak dari tempat duduk menghampiri komputer kantor jadoel berdebu di sudut ruang kerja saya untuk sekadar meng-akses internet.

Modem? *Hhe.* Saya tidak punya modem. Bukannya tidak mampu beli *jiah*, bukan pula tidak mampu bayar tagihannya, tetapi karena saya tidak ingin kejadiannya seperti ini -seperti beberapa hari ini. Kerjaan saya -kalau ada- jadi terganggu gara-gara bisa akses internet dari laptop. Sedikit-sedikit buka internet, sedikit-sedikit buka internet. Saya tidak mau dan khawatir modem akan membuat saya autis, hanya berteman dekat dengan komputer jinjing, membuang-buang waktu untuk urusan yang tidak terlalu penting -agar kuota tidak terbuang sia-sia misalnya-, dan lain sebagainya.

Walaupun facebook dan twitter diblokir -dan sekarang pun saya juga tak terlalu suka buka facebook, twitter apalagi-, masih ada kompas.com untuk baca-baca atau blogger.com untuk tulis-tulis. Makanya juga saya jadi rajin menulis. Biasanya saya tulis di laptop, kemudian di waktu sela -atau setelah berebut 'komputer kantor jadoel berdebu tapi bisa akses internet' dengan teman sekantor-, saya copy paste ke blogger untuk di-posting, tapi beberapa hari ini saya langsung tulis dan posting dari blogger.com. *Hhe*

Hmm. Intinya, -sedikit banyak- "Guest" telah mengganggu pekerjaan saya beberapa hari ini, entah untuk seterusnya atau hanya sementara. Semoga saja, saya segera bisa beradaptasi -menerima kehadiran internet di laptop saya *memang kedengaran sangat ndeso*, hingga bisa bekerja seperti biasanya dan menggunakan internet -gratisan- seperlunya.


signal kuat gratisan

No comments:

Post a Comment