Monday, February 7, 2011

flu dan paspampres

Hari ketiga, masih flu. Qodarullah, padahal hari jumat sore kemarin hanya kehujanan sedikit saja, langsung flu, dan masih –sedikit- sampai hari ini. Saya memang kurang suka periksa ke dokter. Kalaupun ke dokter, biasanya saya akan geletakkan saja obat yang diberikan, tidak saya minum. Saya lebih suka minum madu dan habbatussauda’.

Alhamdulillah. Di balik setiap takdirNya, pasti lah ada hikmah. Terkadang kita saja yang terlalu picik sampai tidak bisa menemuukan hikmah-hikmah tersebut. Jika dipikirkan betul-betul dengan bijak, seharusnya orang yang sedang sakit itu justru bersyukur. Pertama, kita seharusnya menjadi ingat bahwa manusia itu makhluk yang lemah. Demi Allah, benar-benar lemah. Bayangkan saja, hanya karena makhluk sekecil nyamuk saja, jutaan manusia bisa binasa. Ah, nyamuk masih terlalu besar. Bahkan dengan sebab yang lebih kecil dari nyamuk; virus, bakteri, manusia dibuat tak berdaya. Masih adakah celah untuk kita berbangga-bangga?

Kedua, bahwa Allah menjadikan sakit kita sebagai penebus dosa-dosa kita agar ketika di akhirat nanti dosa-dosa kita tinggal sedikit atau bahkan telah lunas “terbayar” di dunia! SubhanAllah. Nabi Muhammad bersabda, " Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


***


Sabtu dan ahad kemarin, -jika biasanya jalan-jalan keluar menghabiskan waktu bersama-, kami jadi banyak berdiam diri di dalam rumah saja. Hanya sesekali keluar untuk beberapa keperluan. Termasuk memeriksakan kandungan istri saya. Usia kandungannya 23 minggu, kata dokter. Alhamdulillah, kondisinya normal dan sehat. Hanya saja, berat badannya masih sedikit kurang, yang seharusnya pada usia segitu 600 gram, berat badan si Dedek hanya 575 gram, kurang 25 gram.

Pada usia kandungan segitu, sebenarnya jenis kelamin janin sudah terlihat. Tapi, mungkin karena si Dedekkayak bapaknya, cukup lama di-USG, kakinya menutup terus, tidak mau membuka sedikit saja, jadi jenis kelaminnya tidak terlihat kemarin. Ah, lagi pula tidak masalah, laki-laki atau perempuan sama saja bagi kami –walaupun sebenarnya saya saat ini lebih pengen anak laki-laki-, dia akan menjadi buah hati yang istimewa bagi kami, insyaAllahu Ta`ala. pemalu


***

Hari ini, walaupun agak malas berangkat ke kantor, saya berangkat juga. Mungkin beraktivitas akan membuat kondisi saya lebih baik dan lebih cepat sehat kembali.

Seperti biasa, saya menunggu bus jemputan bersama Mbak Iwed di tepi jalan Persahabatan Timur. Jam tangan sudah menunjukkan pukul 06.45 –padahal normalnya pukul 06.15 s.d. 06.30 sudah datang-, bus jemputan yang kami tunggu tak datang-datang.

Akhirnya kami naik taxy burung biru ke kantor. Jalanan sudah agak macet. Untungnya, sampai di kantor masih pukul 07.37. Dengan modal “kepercayaan” pada toleransi absen 15 menit, maka kami belum terlambat. Alhamdulillah.

Ada pemandangan tidak biasa di depan dan di halaman kantor kami. Banyak mobil-mobil militer di parkir di depan dan samping kantor. Banyak polisi dan tentara di halaman kantor. Paspampres. Ya, Paspampres. Saya baru ingat, hari ini, rencananya Presiden serta para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara mengadakan pertemuan di kantor kami, pertemuan lanjutan dari tiga pertemuan sebelumnya di Istana Negara, Istana Bogor, dan MPR. Hmm, mungkin ini penyebab bus jemputan kami tak datang-datang. Mungkin ga bisaparkiran. Mungkin. keluar dari

Ya, semoga saja para penguasa negara hari ini berkumpul, berdiskusi, untuk dapat bersatu dan bersinergi demi kesejahteraan rakyatnya. Semoga saya lekas sembuh dan Allah mengampuni dosa-dosa saya. Amin.

No comments:

Post a Comment